BUNTOK - Belasan orang perwakilan karyawan perusahaan tambang Baru Bara PT. Prager Kencana Service ( PKS ) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mendatangi Kantor DPRD setempat, Senin (25/5/2026).
Kedatangan para pekerja itu bertujuan untuk mengadukan bahwa ratusan karyawan yang bekerja pada PT. PKS tersebut selama 6 Bulan ini belum terima gaji.
"Kami ini kebingungan pak, karena masalah ini sudah kami laporkan ke pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kalteng bahkan sudah masuk laporan ke Ditreskrimsus Polda Kalteng untuk mediasi, tapi pada kenyataannya pihak perusahaan masih ingkar janji. Maka dari itu jalan terakhir kami, adalah mendatangai wakil rakyat," ujar Firhansyah salah satu perwakilan karyawan kepada awak media ini.
Ia menguraikan, komunikasi yang terjalin dengan pihak manajemen PT. PKS, memang masih berjalan, akan tetapi selalu tidak di tepati dengan berbagai alasan yang tidak jelas.
"Bagai mana kami bisa terima, sementara tuntutan hidup kami perlu dana untuk biaya anak sekolah dan sebagai nya, belum lagi tagihan kredit," bebernya.
Dijelaskan pula, semua karyawan perusahaan tersebut mengetahui bahwa tumpukan batu bara yang dimiliki oleh pihak perusahaan itu masih banyak dan siap ekspor dengan nilai harga puluhan miliar.
"Gaji semua karyawan selama 6 bulan cuma sekitar 1 Milliar saja, dan tidak sebanding dengan banyak nya aset perusahaan," terangnya.
Sementara Anggota DPRD Barsel Hj Ani Mahrita memberikan tanggapan bahwa pihak nya akan mempelajari kasus tersebut.
"Kebetulan sebagian besar anggota DPRD Barsel masih banyak tugas di luar daerah, makanya tadi meraka kami ajak untuk silaturrahmi ke rumah pribadi kami saja," ujar nya.
Ani berjanji akan melaporkan masalah ini kepada Ketua DPRD Barsel untuk di tindaklanjuti bersama anggota lainnya.
" Yang jelas, permasalahan ini nanti akan kami bawa ke forum rapat untuk ditindaklanjuti mencari solusinya agar masyarakat bisa mendapatkan haknya, serta pihak perusahaan dapat bekerja dengan baik," tukas Ani Mahrita. (RED1)